Bekali Mahasiswa, Alumni Komunikasi FISIP Bongkar Strategi Public Relations

27 Oct 2025

UNAIR NEWS – Dunia public relations (PR) terus bergerak dinamis. Tidak lagi sekadar membangun reputasi, peran PR di era digital kini telah bergeser menjadi penggerak strategis (strategic driver) perusahaan. Hal ini diungkapkan oleh Hutama Gio, alumnus Ilmu Komunikasi UNAIR angkatan 2015. Ia kini berkarier di Corporate Innovation Telkomsel. Gio membongkar strategi public relations dalam webinar bertajuk Corporate Innovation Class: Building Brands through Marketing Public Relations.

Acara terselenggara pada Jumat (27/9/2025) oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Puluhan mahasiswa hadir antusias menyimak pengalaman dan pandangan baru dari narasumber.

Transformasi Public Relations
Menurut Gio, fokus PR yang hanya bertujuan membangun reputasi sudah tidak lagi relevan di tahun 2025. Praktisi PR harus bisa menciptakan dan mengawal narasi dengan merumuskan kisah yang otentik, lalu mengawalnya agar narasi tersebut tumbuh liar dan menjangkau audiens secara organik.

Selain itu, praktisi PR harus berperan sebagai strategic driver. Artinya, mereka harus terlibat dalam pengambilan keputusan strategis dan mendorong pertumbuhan bisnis melalui komunikasi yang terarah dan strategis.

“Ketika kita mau membangun dan menjaga identitas brand, kita harus menjaga brand tersebut menjadi interest di masyarakat,” ujarnya. Hal ini dapat terwujud dengan menciptakan dan mengawal narasi otentik, merumuskan kisah yang mampu tumbuh liar secara organik, dan secara langsung mendorong pertumbuhan bisnis melalui komunikasi yang terarah.

Strategi Praktis

Hutama Gio lantas membagikan strategi praktisnya, khususnya dalam menjangkau audiens muda seperti Gen Z. Ia menekankan bahwa narasi harus mampu menciptakan koneksi emosional dengan menggunakan isu-isu sosial yang relevan sehingga audiens merasa lebih terhubung (relate). Strategi ini menuntut praktisi PR untuk fokus pada konten yang benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari audiens, alih-alih hanya berfokus pada promosi produk.

“Biarkan narasi tersebut berkembang liar bagi audiens,” kata Gio, menegaskan pentingnya otentisitas agar narasi dibagikan secara organik. Di akhir sesi, ia memotivasi mahasiswa untuk terus berpikir kritis dengan mengutip kalimat yang ia sukai selama kuliah: “I think, therefore I am”.

 

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati

Sumber : https://unair.ac.id/bekali-mahasiswa-alumni-komunikasi-fisip-bongkar-strategi-public-relations/

Copyright © Universitas Airlangga