Sulit Tidur Nyenyak saat Merawat Bayi Prematur
"dokter Mahendra Tri Arif Sampurna salah satu dokter spesialis anak di RSUD Dr. Soetomo. Dokter kelahiran Jombang 36 tahun silam itu adalah dokter spesialis anak yang menekuni neonatologi. Yakni ilmu kedokteran kesehatan anak, khususnya bayi berisiko tinggi. Misalnya, bayi prematur, bayi kelainan bawaan, dan bayi yang bermasalah pada sang ibu....”
Tantangan Menghadapi Ibu-Ibu yang Protektif
Dokter-dokter dalam tim dokter spesialis anak RSUD Dr. Soetomo, seperti dr. Mahendra memiliki pengalaman tersendiri melayani ibu-ibu yang mendambakan keturunan karena tidak bisa hamil alamiah.
Selain di RSUD Dr. Soetomo, dr. Mahendra juga ikut dalam tim dokter program bayi tabung RSIA Ferina Surabaya. “RSIA Ferina saya banyak menangai Program Bayi Tabung, terutama ibu-ibu yang sangat mendambakan keturunan. Banyak di antara ibu-ibu peserta program bayi tabung di RSIA cenderung over protektif. Karena berharap yang terbaik kepada bayinya sering ibu-ibu itu memiliki kekhawatiran san gat tinggi,” tutur dr. Mahendra.
Menurut dr. Mahendra, harapan tinggi para ibu peserta Program Bayi Tabung itu menjadi tantangan dokter spesialis anak yang menangani bayi mereka. Tantan gan itu, antara lain, ialah memberikan pelayanan dengan standar terbaik sesuai protokol.
RSIA Ferina merupakan baby friendly Hospital inisiatif. Itu, misalnya, ditunjukkan komitmen RSIA Ferina untuk memberikan ASI eksklusif kepada semua bayi. “Kecuali jika terdapat indikasi tertentu,” ujar dr. Mahendra seraya mengatakan bahwa komitmen itu mendapatkan dukungan manajemen dan keperawatan di RSIA Ferina.
Selain itu, para dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga sangat mendukung. Mereka memberikan konsultasi dan edukasi sejak masa prenatal. “Juga mendukung kegiatan inisiasi menyusui dini dan rawat gabung,” tambah alumnus Fakultas Kedokteran Unair itu.
Banyak sekali hambatan dan tantangan terutama meyakinkan orang tua tentang kecukupan ASI-nya. Hal itu karena tingkat kekhawatiran sangat tinggi pada hari-hari pertama ketika produksi ASI masih belum banyak.
Selain di RSUD Dr. Soetomo, dr. Mahendra juga ikut dalam tim dokter program bayi tabung RSIA Ferina Surabaya. “RSIA Ferina saya banyak menangai Program Bayi Tabung, terutama ibu-ibu yang sangat mendambakan keturunan. Banyak di antara ibu-ibu peserta program bayi tabung di RSIA cenderung over protektif. Karena berharap yang terbaik kepada bayinya sering ibu-ibu itu memiliki kekhawatiran san gat tinggi,” tutur dr. Mahendra.
Menurut dr. Mahendra, harapan tinggi para ibu peserta Program Bayi Tabung itu menjadi tantangan dokter spesialis anak yang menangani bayi mereka. Tantan gan itu, antara lain, ialah memberikan pelayanan dengan standar terbaik sesuai protokol.
RSIA Ferina merupakan baby friendly Hospital inisiatif. Itu, misalnya, ditunjukkan komitmen RSIA Ferina untuk memberikan ASI eksklusif kepada semua bayi. “Kecuali jika terdapat indikasi tertentu,” ujar dr. Mahendra seraya mengatakan bahwa komitmen itu mendapatkan dukungan manajemen dan keperawatan di RSIA Ferina.
Selain itu, para dokter spesialis kebidanan dan kandungan juga sangat mendukung. Mereka memberikan konsultasi dan edukasi sejak masa prenatal. “Juga mendukung kegiatan inisiasi menyusui dini dan rawat gabung,” tambah alumnus Fakultas Kedokteran Unair itu.
Banyak sekali hambatan dan tantangan terutama meyakinkan orang tua tentang kecukupan ASI-nya. Hal itu karena tingkat kekhawatiran sangat tinggi pada hari-hari pertama ketika produksi ASI masih belum banyak.