Terdapat dua jenis program kerja yang dijalankan oleh komunitas ini yaitu untuk awardee dan masyarakat umum. “Bagi awardee yang telah lolos seleksi dan terpilih dapat mengikuti LeadCamp berupa pelatihan kelas pengembangan, mentoring, dan soft project selama tiga bulan. Sedangkan untuk pelatihan umum kami adakan LeadTalk dan Meet The Expert. Tentunya pada setiap program kerja yang dijalankan kami selalu menghadirkan pakar-pakar hebat yang menginspirasi,” papar Alfian.
Lebih lanjut Alfian mengatakan bahwa terdapat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley di Amerika mengatakan bahwa penentu kesuksesan seseorang didapatkan bahwa faktor IQ berada pada urutan ke-21, sedangkan bersekolah di sekolah favorit ada di urutan ke-23 dan lulus dengan nilai terbaik ada pada urutan ke-30. Faktor-faktor yang mendominasi pada kesuksesan seseorang adalah softskill yang ternyata tidak didapatkan dengan perkuliahan secara formal.
“Kami merasa dengan adanya komunitas ini maka dapat menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa kesehatan di Indonesia untuk mengembangkan softskill dan leadership,” tutupnya. (*)
Penulis : Icha Nur Imami Puspita
Editor : Binti Q. Masruroh
Sumber : http://news.unair.ac.id/2021/07/29/dokter-muda-unair-gagas-klinik-untuk-bantu-cetak-tenaga-kesehatan-profesional/