Awang Firmansyah

Dampingi Atlet Indonesia Raih Kejuaraan Internasional 

“Ketika bendera Indonesia dikibarkan di tingkat internasional, mendampingi tim dan jadi juara, merupakan kebahagiaan yang tak terkira nilainya” 

Resiliensi merupakan daya lenting yang dimiliki individu ketika mengalami kondisi yang kurang menyenangkan. Kemampuan untuk bangkit mengatasi dan beradaptasi dalam menghadapi masalah dalam kehidupan. Awang Firmansyah, S.Or., M.Kes (Awang) merupakan salah satu individu dengan kemampuan resiliensi yang sangat baik. Tidak hanya itu, Awang juga merupakan individu dengan motivasi yang tinggi. Dua karakter yang mengantarkannya meraih kesuksesan dalam hidup dan karir.

Awang mengawali karir sebagai seorang atlet bela diri ketika dirinya duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Ia menekuni olahraga bela diri sejak sekolah dasar.  Pada saat itu, Awang beberapa kali memenangkan pertandingan di level daerah. Awang menyadari karirnya sebagai atlet tersebut tidak berjalan sesuai dengan harapan. 

Tidak cukup bagus sebagaimana karir teman-teman atletnya yang dapat menjadi juara nasional bahkan internasional. Namun, rasa cintanya pada bidang keolahragaan memantapkan tekadnya untuk melanjutkan studi di S1 Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Tidak hanya itu, Awang juga melanjutkan studi S2 di Ilmu Kesehatan Olahraga Universitas Airlangga (Unair).

“Dulunya saya seorang atlet bela diri yang pernah memenangkan beberapa pertandingan pada level daerah, untuk itu saya ingin belajar dan mengembangkan ilmu di bidang sains olahraga,” jelas Awang.

Dampingi Atlet Indonesia Raih Medali Emas di SEA Games

Awang melanjutkan karir sebagai pelatih fisik atlet ski air untuk persiapan pekan olahraga nasional (PON) di Jawa Barat tahun 2016 Sembari melatih, Awang juga menjalani kehidupan sebagai mahasiswa S2. Pada tahun 2019, Awang melebarkan sayapnya di dunia akademisi. Tepatnya menjadi dosen ilmu keolahragaan di UNESA. 

Tidak berhenti di dunia akademisi, Awang tetap menjalankan peran sebagai seorang pelatih. Pada tahun 2022, Awang menjadi pelatih fisik untuk cabang olahraga Finswimming. Mempersiapkan putra-putri pilihan untuk mewakili Indonesia di Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games).  Pada tahun 2023, Awang juga mendampingi atlet Indonesia pada event yang sama. Namun bukan sebagai pelatih, melainkan sebagai tim ahli biomekanika olahraga.

Manajemen waktu merupakan tantangan terbesar Awang selama menjadi dosen dan tim pelatihan nasional (Pelatnas). Namun Awang tetap berusaha secara maksimal untuk memberikan yang terbaik sebagai katalisator di tim nasional. Hasil kerja kerasnya bersama dengan tim mengantarkan atlet Finswimming Indonesia meraih tiga medali emas (2022) dan enam medali emas (2023) di SEA Games secara berturut-turut

“Ketika bendera Indonesia dikibarkan di tingkat internasional, mendampingi tim dan jadi juara, merupakan kebahagiaan yang tak terkira nilainya,”  ucap Awang.

Antara Dunia Praktisi dan Dunia Akademisi

Bergelut di dunia praktisi dan akademisi menjadi tantangan tersendiri bagi Awang. Dua dunia yang berbeda, namun bukan berarti tidak dapat disatukan. Meski harus pandai mengatur waktu, Awang bersyukur karena pengalamannya di dunia praktisi dapat dia sebarkan kepada para mahasiswa didiknya sebagai studi kasus.

“Untuk pengajaran banyak saya ambil dari pengalaman di dunia praktisi. Misalnya ide mekanik di tim biomekanika saya bawa ke kelas untuk menjadi seperti studi kasus,” paparnya.

Awang lebih banyak mengajak mahasiswa untuk berdiskusi terkait studi kasus yang dia dapatkan di dunia praktisi, daripada belajar berdasarkan text book semata. Menurutnya, belajar dari studi kasus lebih relevan dan akan membantu mahasiswa ketika terjun ke dunia profesional nantinya.

Concern pada Dunia Olahraga Indonesia

Disamping menjalani karir sebagai dosen dan pelatih, Awang memiliki perhatian lebih pada dunia olahraga. Pada tahun 2023, Awang ditunjuk sebagai ketua Community Center  sebuah lembaga di bawah Pusat Unggulan IPTEK (PUI), UNESA. Sebuah lembaga yang bergerak di bidang aktivasi komunitas dan kolaborasi untuk universitas. Community Center  juga diharapkan dapat mengakomodasi fasilitas bagi atlet, penggemar olahraga dan  olahragawan penyandang disabilitas. 

Pada tahun 2020 hingga sekarang, Awang juga merupakan ketua Sports Science Kinetic X Indonesia. Sebuah laboratorium olahraga swasta pertama di Indonesia yang fokus pada upaya rehabilitasi, pemantauan kinerja fisik, dan membantu pemulihan cedera olahraga.

Upaya kontribusi di dunia keolahragaan juga Awang lakukan pada aspek sumber daya manusia (SDM). Menurut Awang, atlet dan atau mahasiswa yang akan terjun di dunia profesional perlu membekali diri dengan skill yang mumpuni. 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memiliki role model, gambaran individu sebagai panutan. Kemudian adalah mencari mentor. Hadirnya mentor sangat penting untuk mendidik dan membantu seseorang meraih tujuannya dengan meminimalisir factor eror. 

“Di Sport Science Kinetic X Indonesia yang saya kelola terdapat anak magang untuk kita latih dan dampingi agar siap berkarya di dunia profesional nantinya,” jelas Awang.

Awang berharap, program magang yang berjalan selama tiga bulan di Sport Science tersebut dapat membekali peserta ilmu dan pengalaman untuk berkarya di dunia profesional. Ketika lulus, mereka siap ditempatkan dimanapun dan siap menghadapi berbagai macam tantangan. Disamping itu semua, Awang merasa bahwa salah satu capaian terbesarnya adalah mendapatkan kesempatan untuk membagikan pengetahuan dan ruang untuk berkarya. 

“Selama saya masih bisa berbagi pengetahuan, tetap diberikan ruang untuk berkarya, menurut saya itu sudah capaian yang besar bagi saya,” terangnya.

Awang berharap agar kedepannya dapat membuat komunitas di bidang olahraga yang dapat memberikan manfaat dan mendekatkan dunia akademisi dan praktisi. Memberikan mentoring dan kesempatan pada fresh graduate untuk belajar dan mempersiapkan diri di dunia profesional. 

Riwayat Pekerjaan

  • Staff Biomechanist of Sport

    KONI JAWA TIMUR

    2019 - 2021

  • Head of Sports Science

    Kinetic-X Lab of Sports Science

    2020 - now

  • POSSI Indonesia, Strength Coach for Finswimming in SEA GAMES 2021, Hanoi, Vietnam

    2021

  • Sport Biomechanist for Finswimming in SEA GAMES 2023, Phnom Penh, Cambodia

    2023

Riwayat Pendidikan

  • S1 Ilmu Keolahragaan

    Universitas Negeri Surabaya

  • S2 Ilmu Kesehatan Olahraga

    Universitas Airlangga

    2015 - 2017

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga