Ahmad Maimun Fikri

Dari Jurnalis ke Wirausaha Media

"Ahmad Maimun Fikri juga terma­suk salah satu FISIP Unair yang menjadi wartawan (jurnalis). Ia memulai dari bawah. Menjadi wartawan Tabloid Oposisi, salah satu koran Grup Jawa Pos kala itu...”

Berawal dari Tabloid oposisi
Mengawali karier sebagai jurnalis di Tabloid Oposisi, Kantor Jakarta. Bergabung atas undangan Mahmud Suhermono, Alumni Ilmu Politik Universitas Airlangga Angkatan 1987.  Selepas Tabloid Oposisi, meneruskan karier jurnalistik di Tempo Inti Media, Tempo Grup, sebagai jurnalis yang bertugas di Tempo Interaktif, Koran Tempo dan mendukung peliputan Majalah Tempo. Bidang khusus yang dikuasai adalah peliputan politik dan pemerintahan. Mengikuti dari dekat Amandemen UUD 1945 serta Dekrit Presiden Abdurrahman Wahid. Karya jurnalistik terakhir di Tempo adalah Liputan investigasi Korupsi di KPU yang diterbitkan sebagai liputan khusus Majalah Tempo tahun 2004.
Pada 29 Maret 2004 saya memulai dunia jurnalistik baru yakni jurnalistik TV di bawah bendera RCTI. Selama berkarier di RCTI ada dua liputan eksklusif khusus TV yang sempat menarik perhatian masyarakat. 
Pada tahun 2004 mengikuti kunjungan Capres Susilo Bambang Yudhoyono ke pasar-pasar yang akhirnya memunculkan kontroversi dan kepergian anggota Komisi V DPR RI ke Mesir yang kontroversial. 

Fokus di Advokasi Transportasi
Di tahun 2009 mulai bersentuhan dengan dunia transportasi bus, mendengar banyak keluhan dan berdiskusi intensif dengan beberapa tokoh penting di transportasi bus. Tahun 2010 mendapat kepercayaan untuk menjadi Koordinator Peliputan, dan tahun 2011 saat masih di RCTI memulai mendirikan www. haltebus.com setelah mengadakan kegiatan Reuni Bus Klasik. 
Pada 2014 ia dipercaya menjadi Head Section (supervisor) Liputan Khusus dan masuk dalam Tim Integrasi News Room MNC Group. Di awal 2014 mendapat kepercayaan membawa bus tingkat pertama di Indonesia yang dibuat oleh Karoseri Nusantara Gemilang, Kudus, untuk direview bersama sejumlah jurnalis Jakarta. Bus tingkat ini akhirnya digunakan oleh Transjakarta sebagai Bus Wisata. 
Tahun 2016 Fikri memutuskan resign dan fokus menggarap www.haltebus.com sebagai media informasi, diseminasi dan advokasi transportasi bus di Indonesia. 
Tahun 2017 memulai Pameran Indonesia Classic N Unique Bus di JIEXPO Kemay oran, Jakarta yang digelar setiap bulan Maret. 
Tahun 2018 mendapatkan dua kepercayaan dari Busworld (Pameran Bus terbesar di dunia), yakni sebagai Media Partner dan Strategic Partner Busworld South East Asia yang baru pertama kali diadakan pada 20-22 Maret 2019. 
Tahun 2018 mendapat mandat tak resmi dari Prof. Ramlan Surbakti yang prihatin dengan banyaknya kecelakaan di jalan raya. Prof. Ramlan berpesan untuk memperbaiki sistem dan regulasi transportasi dibutuhkan orang berlatar belakang politik dan pemerintahan. 

kesan berkuliah di FISIP unair 
Kampus FISIP Unair terkenal sejak berdiri sebagai kampus yang egaliter. Mahasiswa dari berbagai daerah, baik kota maupun desa berkuliah dalam satu ruang yang bebas dan demokratis. Keakraban mudah terjalin, dan hingga kini silaturrahim jaringan persaudaraan Alumni Ilmu Politik Unair tetap terjaga, khususnya yang berdomisili di kawasan Jabodetabek. Dari FISIP Unair dan pengalaman di dunia jurnalistik saya membangun jaringan baik pertemanan, jaringan profesional dan lainlain. Berjejaring adalah kunci utama kita ketika kita terjun ke dunia kerja maupun usaha. (*)
 

Copyright © Universitas Airlangga