Drs. Mas’ud

Pentingnya Menanamkan Jiwa Kepemimpinan

Kolonel Ckm Drs. Mas’ud, Apt, M.Si. merupakan salah satu dari sekian banyak alumni Fakultas Farmasi Universitas Airlangga yang sukses berkarier dalam kariernya. Saat ini, Mas’ud merupakan Kepala Lembaga Farmasi Pusat Kesehatan Angkatan Darat.

Setelah menamatkan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Mas’ud, panggilan akrabnya, kemudian melanjutkan ke Fakultas Farmasi Universitas Airlangga pada tahun 1984. Jiwa kepemimpinann ya sudah mulai terlihat semenjak terpilih menjadi komting di angkatannya. Baginya menjadi seorang pemimpin merupakan kemampuan kerja yang sesungguhnya, di mana apa yang diperbuatnya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan yang ada di sekitar atau dapat dirasakan oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Selama kuliah dia aktif dalam berbagai organisasi, sebut saja sebagai anggota senat mahasiswa Fakultas Farmasi tahun 1987-1989, koordinator pembinaan mahasiswa baru dalam bentuk kegiatan ajang keakraban mahasiswa baru di Bremi Probolinggo (1988), Ranu Bedali Probolinggo (1989), pantai Watu Ulo (1991), dan masih banyak kegiatan lainnya. Mas’ud menyebut menjadi pemimpin yang benar-benar tulus dan ikhlas bekerja untuk kebaikan dan kepentingan banyak orang, maka ada hal-hal yang harus direlakan untuk kepentingan tersebut sekalipun orang-orang tidak melihatnya.

Karier sebagai TNI AD

Dapat dikatakan  Mas’ud merupakan orang yang beruntung dalam hidupnya. Ketika masih menempuh jenjang perkuliahan di semester VII, dengan adanya program beasiswa Sepamilsuk ABRI 1989, hanya bermodalkan ‘coba-coba’, Mas’ud kemudian diterima menjadi seorang militer atau TNI AD.

“Mulanya saya hanya coba-coba untuk ikut tes seleksi perwira beasiswa Sepamilsuk ABRI dengan harapan setelah lulus di samping berstatus sebagai prajurit TNI, saya juga mendapat beasiswa dan biaya lain selama menyelesaikan kuliah, tanpa pengetahuan sedikitpun jenjang karier farmasis di militer seperti apa dan dinasnya di bagian apa,” ujar pria kelahiran Sidoarjo 56 tahun silam.

Setelah lulus pendidikan pembentukan militer di Kodikal Bumimoro Surabaya, 29 Juni 1989 dan berpangkat Letda CKM,  Mas’ud  kemudian melanjutkan kembali kuliahnya di Fakultas Farmasi Unair dan lulus sebagai Apoteker tahun 1991.

Pentingnya Farmasi di Militer

Kecabangan kesehatan adalah salah satu kecabangan teknis TNI AD yang bertugas membina kesehatan-kesehatan prajurit, PNS TNI AD beserta keluarganya secara terus-menerus dan berkesinambungan agar dapat mencapai kondisi sehat isik, jiwa dan sosial yang berpengaruh terhadap kesiapan prajurit

Setelah lulus dan berdinas di Ditkesad Jakarta dan menjalani beberapa pendidikan kedinasan di Pusdikkes Kodiklat TNI AD, Mas’ud menuturkan bahwa dirinya mulai memahami betapa pentingnya seorang farmasis dalam mendukung tugas-tugas militer, khususnya bidang kesehatan. “Dari pengalaman dan perjalanan tersebut, saya berkesimpulan pilihan saya sebagai farmasis militer sangat tepat. Untuk operasi militer maupun latihan, pelayanan kesehatan di rumah sakit militer, lembaga litbang militer, serta lembaga produksi farmasi militer. Peran farmasis sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Selain itu, Mas’ud juga menambahkan bahwa menjadi farmasis militer adalah kesempatan istimewa yang tidak pernah didapat di instansi lain.

Keluarga dan Negara

Menyandang jabatan sebagai anggota TNI AD bukanlah tugas yang mudah. Ada masa di mana mereka merasa sangat sedih sekaligus bangga ketika dipercaya mengemban tugas Negara. Tugas dan risiko pekerjaan membuat Mas’ud harus rela meninggalkan keluarga dan hanya memiliki sedikit waktu saja berkumpul dengan orang-orang tercinta. Bagi seorang Mas’ud, motivasinya dalam berkarier, yaitu melakukan sesuatu hal dengan baik dan harus tuntas.

“Duka menjadi abdi negara, kesibukan bekerja kadang-kadang menghilangkan waktu saya dalam mendampingi anak-anak dalam belajar, bermain, dan kebersamaan dengan keluarga,” ungkapnya.

Riwayat Pekerjaan

  • Kepala

    Lembaga Farmasi TNI AD Bandung

    2018

  • Sekretaris

    RSPAD Gatot Soebroto Jakarta

    2017

  • SF Farmasi/apoteker

    RSPAD Gatot Subroto Jakarta

    2016

  • Inspektur Madya Pengawasan dan Pemeriksaan Perbendaharaan It Ditkesad Jakarta

    2015 - 2016

Riwayat Pendidikan

  • S2 Farmasi

    Universitas Indonesia

    2009

  • S1 Pendidikan Apoteker dan Profesi Apoteker

    Universitas Airlangga

    1984 - 1991

Alumni Berprestasi

Copyright © Universitas Airlangga