Cerita Haru Wisudawan UNAIR di Wisuda Periode 251

16 May 2025

UNAIR NEWS – Wisuda Periode 251 Universitas Airlangga (UNAIR) pada Sabtu (26/4/2025) menjadi momen luar biasa bagi seluruh lulusan. Selain menjadi momen akhir dari masa studi, wisuda juga menjadi momen merayakan euforia bagi seluruh keluarga dan orang-orang terdekat wisudawan.

Pada sesi kedua wisuda hari pertama, Rektor UNAIR, Prof Dr Mohammad Nasih SE Mt Ak CMA memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan. Tak hanya itu, Prof Nasih turut memberikan kepada kesempatan kepada beberapa wisudawan untuk membagikan kisah menarik mereka.

Salah satu wisudawan dari Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, Sapta Ardana Puja membagikan kisahnya. Selain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih, Sapta mengungkapkan bahwa menjadi perawat sebenarnya bukan cita-cita pertamanya.

“Terima kasih kepada Allah yang telah memudahkan jalan Sapta dan orang tua beserta keluarga yang senantiasa mendukung saya. Sebenarnya perawat bukan cita-cita saya, tapi setelah istikharah, Allah mempertemukan saya dengan perawat,” ungkapnya.

Bagi Sapta, mampu berkuliah di UNAIR adalah hal yang sangat luar biasa. Pasalnya, sang Ayah sudah tidak bekerja sejak Sapta masih duduk di bangku sekolah menengah. “Alhamdulillah, orang tua saya bisa menguliahkan anak-anaknya. Mama saya ada katering kecil-kecil an. Saya kuliah dibiayai dari Dapur Bu Mima milik mama saya,” sebutnya.

Kisah lain juga dibagikan oleh salah satu wisudawan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).  Ia menyebutkan bahwa berdirinya ia di podium sebagai seorang wisudawan merupakan momen yang tidak disangka-sangka. Menurutnya, ada momen selama kuliah yang menjadikannya sangat berpesan.

“Saya dari Mojokerto Prof, jadi saya naik kereta. Orang tua sangat mendukung, mengantarkan saya ke stasiun untuk kuliah karena hybrid. Pada saat itu, karena hanya ada waktu tiga menit dan saya harus presentasi, akhirnya saya harus tanya jawab di atas sepeda motor, tapi mama selalu jadi orang yang mengusahakan terbaik apapun yang terjadi untuk saya,” sebutnya.

Tak lupa, ia turut berterima kasih kepada teman-teman seperjuangannya dari jurusan ilmu komunikasi. Berkat teman-temannya pula, ia berhasil lulus dengan predikat wisudawan terbaik dari FISIP.

Lulusan ilmu komunikasi itu juga memohon restu kepada Prof Nasih untuk melanjutkan studinya. Ia berpesan kepada seluruh wisudawan untuk terus memberikan dampak dan kebermanfaatan bagi banyak orang.

“Selamat untuk teman-teman semuanya. Ini bukan akhir dari perjuangan. Mulailah untuk bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, karena kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad Adif Albarado

Editor: Yulia Rohmawati

Sumber : https://unair.ac.id/cerita-haru-wisudawan-unair-di-wisuda-periode-251/

Copyright © Universitas Airlangga