Sepak Terjang Alumnus Psikologi yang Malang-Melintang di Perusahaan Multinasional
Drs. Bayuparmadi MM merupakan alumnus Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang syarat pengalaman di dunia kerja. Sepak terjangnya sejak tahun 1988, membuatnya telah malang-melintang di perusahaan besar multinasional. Namun tahukah, bahwa alumnus asal Bandung ini ternyata merupakan angkatan pertama Psikologi UNAIR.
Bayu mengatakan dirinya masuk di Psikologi pada tahun 1983. Saat itu, sistem penerimaan mahasiswa baru menggunakan sistem PERINTIS, dan UNAIR masuk dalam kategori PERINTIS I. Alasan Bayu memilih Psikologi UNAIR dikarenakan dirinya punya beberapa sebab, diantaranya; Pertama, karena ketertarikannya terhadap “human”; Kedua, merupakan program studi yang baru saja dibentuk dengan penerimaan angkatan pertama; Ketiga, ada keluarga yang tinggal di Surabaya, dan Keempat, biaya kuliahnya lebih murah dibandingkan swasta.
“Satu lagi, dari 8 saudara kandung, semuanya kuliah di ITB kecuali saya. Sebenarnya saya bercita-cita masuk ke sana, namun saya lebih memilih Psikologi UNAIR karena pertimbangan-pertimbangan tadi,” tegasnya.
Selama belajar di Psikologi UNAIR, kegiatan akademik Bayu berjalan lancar. Dibuktikan dengan Indek Prestasi Kumulatif sebesar 3,3. Menurutnya, Beberapa kuliah yang menarik adalah kuliah yang dibawakan oleh para dosen dari Fakultas Kedokteran mengenai SSP, Psikiatri, serta mata kuliah utama psikologi seperti Psikologi Perkembangan, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, dan tentu saja Psikologi Industri yang menjadi pilihan utama Bayu.
“Semua pengajar di Program Studi Psikologi menjadi favorit saya, mungkin karena pengajaran mereka unik, tapi saya yakin mereka sangat “concern” karena kami adalah angkatan pertama Program studi Psikologi UNAIR. Jadi layaknya anak pertama yang perhatiannya sangat khusus,” ucapnya.
Meski sudah lulus lebih dari 30 tahun yang lalu, Bayu tidak melupakan segenap dosen seperti Prof. Maramis, Jangkung Karyantoro, Ino Yuwono (alm), Duta, Makrus, Ema Subekti, dan Handoko. Menurutnya, cara mereka mengajar sangat kekeluargaan dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip pendidikan dengan berbagai kegiatan berupa diskusi, membaca buku dan memberikan risalah, dan menyampaikan pendapat. Seingat Bayu, mereka menekankan untuk membaca referensi langsung dari buku-buku terbitan asli, bukan dari diktat.
“Ini momen yang berharga saya kira, karena sampai saat ini saya masih membiasakan untuk membaca referensi berupa jurnal dan buku-buku,” ungkapnya.
Untuk membiayai pengerjaan skripsinya, Bayu bekerja di sebuah hotel bintang 5 Surabaya sebagai operator EDP (Electronic Data Processing). Jam kerjanya dimulai dari jam 10 malam hingga jam 7 pagi. Tugasnya adalah untuk melakukan input data ke dalam sistem komputer, dan menampilkan data-data penjualan dari berbagai kegiatan bisnis di hotel seperti room sales, restaurant, bar, laundry, dan sebagainya.
“Pada tahun itu (1988, red) teknologi data base belum maju seperti sekarang. Pada siang harinya, saya juga melakukan penelitian di SIER dan BBI (Boma Bhisma Indra – sebuah industri alat berat di Surabaya) sebagai bahan penulisan skripsi,” ujarnya.
Perjalanan Panjang dalam Meniti Karir
Pada tahun 1988 setelah menyelesaikan studi, Bayu kembali ke kota Bandung. Dia mulai melamar pada beberapa perusahan besar, dan diterima di PT. Astra International sebagai Manajemen Trainee di ABTP (Astra Basic Training Program) angkatan 19.
Sebelumnya, dia sempat bergabung di anak perusahaan Astra, yaitu Cheil Samsung Astra (sebuah pabrik di daerah Pasuruan Jatim) dan sempat mengenyam pelatihan di Kota Seoul – Korea Selatan selama 3 bulan.
Setelah lulus ABTP, dirinya ditempatkan sebagai staff bagian Industrial Relations, beberapa tahun kemudian karier mulai meningkat menjadi koordinator yang membawahi bidang recruitment dan development.
Pada tahun 1993, Bayu ditempatkan di Astra Microtronics Technology Batam sebagai Manager HRD yang membawahi bidang Personalia, rekrutmen, training, dan Industrial Relations.
Kemudian, pada tahun 1996 Bayu kembali ke Jakarta dan di tempatkan di Astra Graphia Information Technology sebagai Manajer Quality Assurance. Karena pada tahun 1998 situasi ekonomi Indonesia kurang begitu baik. Maka suasana bisnis dan perusahaan pun agak terganggu, sehingga Bayu memutuskan untuk meninggalkan Astra, dan bergabung dengan perusahaan Minyak dan Gas yang berdomisili di Balikpapan Kalimantan Timur.
Pada tahun 1999, Bayu mulai bekerja di TOTAL E&P Indonesie (PMA asal Perancis) sebagai Koordinator Human Relation yang membawahi bidang People Development. Pada tahun 2001, dia mendapatkan penugasan internasional di kantor pusat TOTAL SA di Paris Perancis selama 3 tahun, termasuk 6 bulan penugasan di Luanda Angola.
Tahun 2004, Bayu kembali ke Balikpapan dan menduduki jabatan Kepala Departmen Human Relations untuk Area Balikpapan dan Sites, beberapa tahun Bayu kemudian menjadi kepala Divisi HR area Jakarta, Balikpapan dan Sites
Perjalanan Bayu semakin melesat. Pada tahun 2012, Bayu ditempatkan di TOTAL Indonesie Jakarta sebagai HR Manager yang melapor langsung kepada President Direktur TOTAL E&P Indonesie.
Pensiun Dini dan Mendirikan Perusahaan Konsultan
Pada tahun 2016, Bayu memutuskan untuk mengambil pensiun dini, seiring dengan akan dikembalikannya eksplorasi dan produksi daerah delta Mahakam area dari Total Indonesie kepada pemerintah Indonesia (Pertamina).
Kemudian pada tahun 2016 -2018, Bayu mendapatkan 2 tahun kontrak kerja untuk membenahi sistem HR & General Affairs di perusahaan Oil & Gas milik CNOOC, yaitu HCML (Husky CNOOC Madura Limited) dengan posisi sebagai HR & GA Manager.
Setelah kontrak di HCML berakhir, Bayu memulai karier sebagai seorang konsultan dengan berdasarkan pada pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang Human Resources. “Untuk melengkapi pengalaman tersebut, pada tahun 2016-2018 saya mengambil Pendidikan S2 di Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar MM dengan index prestasi 3.8,” ungkapnya.
Pada tahun 2021, akhirnya Bayu mendirikan perusahaan consultant bernama PT Tri Abhisatya Abhinaya, untuk menyalurkan passion-nya dalam membantu perusahaan bidang Strategic Management, Strategic Human Capital, dan berbagai bidang pelatihan lainnya.
“Perusahaan yang pernah kami bantu adalah BPMA (Badan Pengelola MIGAS Aceh), Pertamina melalui PCU (Pertamina Corporate University), KPK (Bersama dengan IPDC), BPR INTIDANA dan lain-lainnya,” ucapnya dengan bangga.