Direktur Berbagai Perusahaan yang Terus Ingin Belajar
“Set up your new standard everyday, kerjakanlah dengan cara cara luar biasa maka hasilnya pasti luar biasa”
Perjuangan dalam hidup memang tidaklah mudah. Bermimpi besar, harus diiringi dengan usaha yang besar pula. Begitulah kata-kata yang dapat menggambarkan jejak hidup Adri Istambul Lingga Gayo Sinulingga S.E, M.M, seorang direktur pengembangan PT Podo Joyo Masyhur & Group. Adri menjadi bagian dari Ksatria Airlangga berkat studi magister di bidang manajemen sejak 2019, dan lulus pada tahun 2023. Menurutnya, studi di UNAIR menjadi sarana mencari relasi, hingga branding diri.
“Saya jadi memiliki banyak jaringan alumni UNAIR ya, dosen-dosennya juga itu kan merupakan networking bagi saya. Memang UNAIR ini berkualitas ranking dunia, jadi saya merasa lebih bisa branding diri saya juga,” ungkapnya.
Berangkat dari karyawan biasa, kini Adri menjadi direktur di berbagai perusahaan real estate. Jabatan itu ia raih berkat usaha sedari kuliah, dengan menjadi pengurus koperasi mahasiswa, kemudian memutuskan untuk belajar wirausaha. Hingga berhasil mendirikan perusahaan sendiri.
Pegang Teguh Budaya
Terlahir di Tiga Binanga, Tanah Karo, Adri memiliki nilai budaya yang saat ini masih kuat ia terapkan dalam kehidupannya. Semenjak kecil, ia dilatih untuk mengembangkan kemampuan sosialnya. Mulai dari menjadi ketua osis, pengurus senat, hingga saat ini menjadi direktur di berbagai perusahaan real estate.
Sedari SMP, lanjut Adri, ia telah bermimpi untuk menjadi Presiden Republik Indonesia. Dengan target 43 tahun sudah menjabat, namun takdir berkata lain. Mimpi Adri tak jatuh jauh, sebab ia menjadi presiden direktur di usia 43 tahun. Tak berhenti disitu, ia masih memegang teguh cita-cita besarnya hingga saat ini.
“Cita-cita saya jadi Presiden Republik Indonesia sampai hari ini tetap membara entah kapan itu terjawab,” tegasnya.
Keinginan Terus Belajar
Adri juga sempat tidak menyelesaikan studi sarjana ilmu hukum UNAIR pada 2001. Akhirnya, studi magister menjadi ajang balas dendamnya dalam mencapai cita-citanya. Sebab ia berpikir untuk harus terus belajar dan mengembangkan kapasitas dirinya, meski saat ini sudah berkepala lima.
Setelah kurang lebih 24 tahun bergelut di organisasi Real Estate Indonesia, Adri mendapat banyak pengalaman seperti mengisi seminar, perlindungan anggota, pembinaan, dan lainnya terhadap developer-developer properti di Indonesia. Sebagai seorang praktisi, ia juga menjadi dosen tamu di Mini MBA Real Estate CSEL UI, dan sudah berjalan selama 10 tahun. Pengalaman itu juga menjadi motivasinya untuk melanjutkan studi magister di UNAIR.
Selama studi, Prof. Dian; Dr. Gancar; Dr. Masmira; Prof. Sri; dan Prof. Badri menjadi dosen-dosen yang Adri hormati. Menurutnya, transfer knowledge yang terjadi sangatlah efektif, pengajaran yang sesuai dengan apa yang telah dialami, dan studi kasus serta pemikiran yang ia anggap sudah mengglobal.
Ia menitipkan pesan untuk para Ksatria Airlangga yang ingin mengikuti jejaknya agar selalu terus belajar dan tekuni dengan baik. “Tidak ada kata berhenti untuk belajar. Seberapapun umur kita, belajar itu harus. Tentu dibarengi dengan kerja keras dan tekun agar ilmu itu bisa kita aplikasikan, bisa kita implementasikan ke dunia bisnis. Jadi, tidak ada kata berhenti untuk belajar,” tutupnya.