Semangat Berkarya dan Memaksimalkan Potensi Diri
Martianawati (Tian) menyelesaikan Studi Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga (UNAIR) pada tahun 2013. Hampir bersamaan dengan waktu wisudanya di Magister Manajemen, Universitas Dr. Soetomo. Setelah lulus, Tian mendapatkan tawaran pekerjaan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban sembari menyebarkan ilmunya dengan menjadi dosen di beberapa universitas.
Tian juga segera melanjutkan studi S3 untuk mendapatkan gelar doktor di program studi ilmu kesehatan masyarakat UNAIR. Banyak sekali hal yang Tian syukuri selama menjalani perkuliahan di UNAIR. Beberapa diantaranya adalah pengalaman menjalankan penelitian bersama Prof.Pri hingga ke Aceh dan Medan; bertemu dengan tokoh-tokoh penting bidang pendidikan dan kesehatan; serta solidaritas mahasiswa satu angkatan.
Semangat Berkarya di RSNU
Sepak terjang karir Tian di RSNU telah dimulai jauh sebelum Tian lulus S2. Pada 2010, saat dirinya pertama kali menyelesaikan S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Diponegoro, Tian berkesempatan untuk magang di RSNU selama tiga bulan. Saat itu, usia RSNU masih sangat muda bahkan baru berdiri.
Pada tahun 2013 Tian secara resmi menjadi pegawai di RSNU. Mulai dari menjadi customer service, marketing, hingga akhirnya menjadi kepala bagian administrasi dan umum telah Tian lewati.
“Saat awal dulu belum ada public relation, jadi kami dan kepala ruangan perawat turun ke masyarakat untuk membangun link,” terangnya.
Tian mengaku bahwa dirinya lebih menyukai kegiatan komunikasi sehingga merasa nyaman ketika harus turun ke masyarakat untuk membangun link. Ilmu yang dia pelajari selama kuliah juga diaplikasikan dengan memberikan sosialisasi pada ibu-ibu fatayat NU.
Kinerja Tian yang baik membantu Tian naik jabatan. Selain dipercaya menjadi Kabag Administrasi dan Umum, Tian juga dipercaya untuk membantu direktur perihal kegiatan terkait public relation. Menemani direktur melakukan wawancara dengan media hingga bertemu tokoh penting nasional.
Tian juga mengaku bahwa RSNU mendukung staff termasuk dirinya untuk berkembang. Salah satunya adalah ketika Tian memutuskan untuk lanjut S3 atas inisiatif sendiri. RSNU memberikan dukungan dengan mensubsidi uang semester atau menjamin bahwa staff tersebut tidak akan diberhentikan. Hanya saja, staff tersebut cukup mendapatkan gaji pokok dan tidak mendapatkan tunjangan. Baru jika nanti selesai kuliah dan kembali ke RSNU, tunjangan kembali diberikan.
Pengalaman Menulis Novel untuk Pertama Kalinya
RSNU juga menuntut karyawannya untuk terus berkembang, menjadi yang terbaik. Pengalaman paling menarik yang pernah Tian alami adalah ketika dia dan teman-temannya mendapatkan challenge untuk menulis sebuah novel.
“Saat mendapatkan tantangan, saya segera menghubungi teman-teman saya yang suka membaca dan mendapatkan beberapa referensi,” ucap Tian.
Semangat untuk memberikan yang terbaik, mengantarkan Tian menjadi juara satu dan mendapatkan pengakuan dari direktur. Dalam novel yang ditulisnya dengan judul “Berkarya, Bergaya, dan Berdoa”, Tian menceritakan pengalaman dan nilai-nilai yang dia dapatkan selama bekerja di RSNU. Tian juga memberikan beberapa tips di setiap bab-nya.
Mengambil Bagian di Dunia Akademisi
Tidak hanya berkarir di rumah sakit. Tian juga mengamalkan ilmunya dengan menjadi dosen di beberapa universitas. Pada tahun 2014, Tian sempat mengajar di Stikes NU, Tubah. Kemudian pada tahun 2015 mengajar di Universitas Ronggolawe Tuban. Serta terakhir, pada tahun 2019 hingga sekarang Tian mengajar di Universitas Kadiri. Mendapatkan NIDN-nya di universitas tersebut.
Salah satu tantangan yang sedang Tian hadapi di dunia akademisi adalah penelitian dan menulis jurnal. Tian sedang bersiap agar dapat duduk diam, melakukan penelitian.
“Saat ini saya berfokus membangun jaringan dulu, berfokus di rumah sakit agar bisa menjadi lebih mature lagi dalam hal ilmu dan pengalaman, sehingga nantinya dapat duduk diam, siap menulis,” jelasnya.
Harapan untuk Universitas Airlangga
Tian menyadari bahwa kemampuan komunikasi sangat penting untuk dapat beradaptasi dengan tantangan perkembangan zaman, lingkungan kerja, dan masyarakat. Tian berharap, UNAIR dapat memfasilitasi dan mendukung mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya sehingga tidak kalah dari mahasiswa lulusan universitas yang lain.
Tian juga berharap, mahasiswa dan lulusan bisa menjadi lebih visioner dalam melihat dunia, memiliki arah dan tujuan dalam hidup. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memperluas ilmu dan pengalaman.
“Rekam jejak UNAIR sudah bagus. Semoga kedepannya, mahasiswa bisa memiliki pengalaman lebih untuk meningkatkan softskill seperti pengalaman magang, menyelesaikan kasus, yang tidak bisa jika harus mengandalkan buku ajaran saja,” pungkas Tian.